DAFTAR HARI BESAR NASIONAL INDONESIA

Written by Siti Lailatul Hajar (Bintang Sahara) on Jumat, 20 Januari 2012 at 02.44


NO
TANGGAL
KETERANGAN
1
1 Januari
Hari Perdamaian Dunia
2
5 Januari
HUT Korps Wanita Angkatan Laut
3
25 Januari
Hari Gizi
4
25 Januari
Hari Kusta Internasional
5
9 Februari
Hari Pers Nasional
6
1 Maret
Hari Kehakiman Indonesia
7
6 Maret
Hari Kostrad
8
8 Maret
Hari Wanita Internasional
9
10 Maret
Hut PARFI
10
23 Maret
Hari Metereologi Sedunia
11
30 Maret
Hari Film Indonesia
12
1 April
HUT Bank Dunia
13
6 April
Hari Nelayan Indonesia
14
7 April
Hari Kesehatan Indonesia
15
9 April
Hari Penerbangan Nasional
16
19 April
Hari HANSIP
17
21 April
Hari Kartini
18
24 April
Hari Angkutan Nasional
19
27 April
Hari Lembaga Pemasyarakatan Indonesia
20
1 Mei
Hari Buruh Internasional
21
22
5 Mei
Hari Lembaga Sosial Desa
23
8 Mei
Hari Palang Merah Internasional
24
11 Mei
Hari POM TNI
25
26
27
21 Mei
Suksesi Soeharto
28
31 Mei
Peringatan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia
29
1 Juni
Hari Lahirnya Pancasila
30
3 Juni
Hari Pasar & Modal Indonesia
31
32
21 Juni
Hari Krida Pertanian
33
34
24 Juni
Hari Bidan Indonesia
35
36
37
5 Juli
Hari Bank Indonesia
38
9 Juli
Hari Peluncuran Satelit Palapa
39
12 Juli
Hari Koperasi Indonesia
40
22 Juli
Hari Kejaksaan
41
42
43
10 Agustus
Hari Veteran Nasional
44
45
46
18 Agustus
Hari Konstitusi Indonesia
47
19 Agustus
Hari Departemen Luar Negeri
48
21 Agustus
Hari Maritim Nasional
49
24 Agustus
HUT TVRI
50
1 September
Hari POLWAN
51
4 September
Hari Pelanggan Nasional (mulai 2003)
52
53
8 September
Hari Pamong Praja
54
55
11 September
Hari Radio Republik Indonesia
56
17 September
Hari Perhubungan Nasional
57
24 September
Hari Agraria Nasional / Hari Tani
58
28 September
Hari Kereta Api
59
29 September
Hari Sarjana
60
30 September
Hari Pemberontakan PKI
61
1 Oktober
Hari Kesaktian Pancasila
62
5 Oktober
HUT Tentara Nasional Indonesia
63
9 Oktober
Hari Surat Menyurat Internasional
64
14 Oktober
Hari Pangan Sedunia
65
16 Oktober
Hari Parlemen RI
66
67
68
30 Oktober
Hari Keuangan
69
10 November
Hari Pahlawan
70
12 November
Hari Kesehatan Nasional
71
14 November
Hari BRIMOB
72
21 November
Hari Pohon
73
25 November
Hari Guru / HUT PGRI
74
1 Desember
Hari AIDS sedunia
75
4 Desember
Hari Artileri
76
9 Desember
Hari Armada RI
77
10 Desember
Hari HAM
78
12 Desember
Hari Transmigrasi
79
15 Desember
Hari Infantri
80
19 Desember
HUT Tentara Nasional Indonesia
81
22 Desember
Hari Ibu
82
22 Desember
Hari Sosial


kata-kata orang bijak

Written by Siti Lailatul Hajar (Bintang Sahara) on at 02.43


Sebelum anda melakukan hampir segalanya dalam hidup anda, baik secara sadar maupun tidak, anda akan bertanya pada diri anda tentang pertanyaan penting ini, “Apa manfaatnya bagiku?” –Bobbi DePorter-

Musuh terbesar manusia adalah keraguan dan ketakutan yang bersemayam di dalam dirinya. –William Wrigley, Jr.-

Menulislah dengan alasan apapun asal bukan untuk meremehkan. –Stephen King-

Saya menulis hampir setiap hari. Kadang saya menulis selama sepuluh atau sebelas jam. Pada hari lain, saya hanya menulis selama tiga jam. –J.K. Rowling-

Anda sedang menulis skenario yang tidak mungkin ditulis oleh orang lain. Sebuah cerita yang berkobar dalam diri anda adalah skenario yang “komersial”. Anda tidak menjadi penulis kelas dua di bawah siapapun. Anda menjadi yang terbaik bagi diri anda sendiri. Anda memiliki satu hal yang layak jual sebagai seorang penulis-sudut pandang anda. Sudut pandang anda adalah sebuah cara unik untuk melihat dunia berdasarkan seluruh pengalaman anda dan bagaimana anda merasakan dunia seputar anda.­  -Viki King-

Siapa yang memiliki alasan untu hidup akan sanggup mengatasi persoalan hidup lewat cara apapun.-Nietsche-

Jika anda tidak meminta, anda tidak akan mendapatkan. -Gandhi-

Apa yang ada di hadapan kita dan apa yang ada di belakang kita, hanyalah hal-hal kecil bila dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita. –Oliver Wendell Holmes-

Yang dibutuhkan untuk meraih segala angan anda dalam hidup ini,ada di dalam diri anda. –Barbara De Angelis-

resensi buku

Written by Siti Lailatul Hajar (Bintang Sahara) on Selasa, 17 Januari 2012 at 17.07

Spektrum Gender dalam Ranah Fiqih
Judul buku    : Fiqih Perempuan, Berwawasan Keadilan Gender
Penulis          : Dr. Tutik Hamidah, M.Ag                                       
Cetakan        : 2011
Penerbit        : UIN Maliki Press (Anggota IKAPI)
Tebal             : xxiii + 269 halaman
Peresensi       : Siti Lailatul Hajar *)

Banyak kaum feminis yang masih beranggapan bahwa perempuan masih berada dalam kekuasaan otoritas laki-laki. Mereka berpikir kaum perempuan dianggap tidak bisa melakukan banyak hal seperti kaum laki-laki. Kaum laki-laki lebih superior daripada perempuan. Ada perbedaan perlakuan yang menonjol dalam hukum fiqih Islam yang dianggap lebih menguntungkan laki-laki. Seperti perlakuan dalam pembagian warisan, pernikahan, hak-hak politik perempuan, dan lain sebagainya. Seolah-olah ada ketidakseimbangan atau ketidakadilan yang dirasakan oleh kaum perempuan. Inilah yang kemudian disebut-sebut oleh mereka sebagai ketidakadilan gender.

Bersama dengan kelompoknya, kaum feminis berusaha untuk memperjuangkan misi keadilan dan kesetaraan gender  dengan cara merekonstruksi fiqih perempuan. Perubahan hukum di dalam fiqih memang dibenarkan, bahkan bisa menjadi suatu keharusan jika kondisi sosiologis masyarakat berubah. Perubahan hukum itu semata untuk mencapai kemaslahatan manusia lahir, batin, duniawi, dan ukhrowi.

Pasalnya, kaum feminis terus menerus melakukan rekonstruksi fiqih perempuan yang dianggap merendahkan derajat perempuan dan mendiskriminasi hak-hak perempuan. Gerakan perempuan yang dinamis ini mendapati sorotan dari berbagai pihak. Ada yang berpendapat bahwa kaum feminis tersebut telah hanyut dalam arus liberalisasi dan sekulerisasi yang dibawa oleh peradaban Barat. Kaum feminis ini telah mengkritik fiqih klasik secara liar. Mereka tidak memiliki metode yang bisa dipertanggungjawabkan. Luapan-luapan kritik atas pemikiran ulama’ klasik justru lebih dominan.

Buku Fiqih Perempuan, Berwawasan Keadilan Gender yang ditulis melalui penelitian yang panjang ini berupaya menyajikan dekonstruksi fiqih perempuan klasik sekaligus rekonstruksi yang lebih responsif dan akomodatif terhadap kebutuhan perempuan pada masa sekarang, karena perempuan masa kini telah mencapai tahap kemajuan setara dengan laki-laki. Perempuan mampu berkarir, bekerja, atau bahkan memimpin sebuah instansi. Lalu bagaimanakah pandangan hukum dalam fiqih Islam? Lalu mengapa pula tidak ditemui seorang perempuan melakukan azan dan menjadi imam sholat untuk kaum laki-laki? Temukan jawabannya! Dan masih banyak lagi yang akan anda temukan dalam buku ini mengenai pembeda antara kaum perempuan dan kaum laki-laki.

Gaya pemaparan dengan lugas dan jelas berdasarkan penelitian analisis gender yang telah dilakukannya dan fakta-fakta di lapangan memberi kualitas berbeda. Sebab, penulis dalam melakukan penelitian ini tidak sembarang dalam mengambil keputusan, karena penulis menggunakan dasar-dasar teologis dan metodologis yang dapat dipertanggungjawabkan. Pandangan teologis dan metodologisnya digali dari karya tokoh-tokoh aktivis gerakan perempuan seperti Masdar Farid Mas’udi, Husein Muhammad, Syafi’ Hasyim, Siti Musdah Mulia dan Maria Ulfah Ansor. Pembahasan ini selanjutnya akan digunakan untuk menganalisis pemikiran fiqih.

Wujudnya, karya ini meletakkan rekonstruksi fiqih perempuan dengan perspektif kesetaraan dan keadilan gender dalam ranah ilmu ushul fiqih. Sehingga rekonstruksi yang dilakukannya tidak menyimpang dari jalur Islam. Penghilangan unsur-unsur budaya yang sudah tidak relevan lagi pada zaman sekarang dilakukan penulis pula dengan tetap mengambil dan mempertahankan nilai-nilai dan substansi fiqih. Sehingga jelas bahwa bukan berarti mengabaikan fiqih klasik yang sudah nyata menjadi pilar peradaban Islam selama berabad-abad. Namun, mengaktualkan fiqih pada realitas yang sedang dihadapi pada masa sekarang.

Kondisi kaum perempuan saat ini dalam realitasnya telah jauh berbeda dengan kaum perempuan pada masa dahulu. Saat ini kaum perempuan mampu memegang kendali yang pada umumnya dipegang oleh kaum laki-laki. Sehingga diperlukan perekonstruksian hukum fiqih perempuan untuk mencapai kemaslahatan umat.

Selain itu, dalam pemaparannya, penulis memberikan jawaban atas tuduhan Barat yang menganggap bahwa Islam merendahkan perempuan dan tidak memberikan hak-hak yang sama antara laki-laki dengan perempuan. Bagaimana sesunggguhnya ihwal sebenarnya Islam memperlakukan kaum perempuan. Bagaimana pula seharusnya memperlakukan perempuan dan bagaimana bersikap memjadi perempuan.
Banyak buku rekonstruksi fiqih perempuan yang dihasilkan oleh kelompok aktivis  gerakan perempuan muslim di Indonesia. Secara kualitatif sudah mendapat pujian positif dari pemerhati perempuan. Namun, ada sisi lain dari buku ini yaitu lebih menonjolkan historical continuity-nya dengan fiqih dan ushul fiqih mazhab secara sistematis baik metode maupun aplikasinya.

Betul memang, karya ini berisi aktualisasi kesederajatan manusia dan keadilan gender di dalam semua bidang, baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik, hubungan suami istri dan urusan rumah tangga sehari-hari yang lebih sehat, harmonis, dan serasi ini selayaknya mendapat apresiasi tinggi. Bentuk apresiasi tinggi itu dengan membacanya guna menambah dan memperdalam khazanah pengetahuan kita khususnya mengenai kesetaraan dan keadilan gender yang masih berada dalam spektrum Islam.

*Aktif di Institute of Studies Research and Development for Student (ISRDs) dan Forkafi (Forum Kajian Fiqih )
Mahasiswa Fakultas Humaniora dan Budaya di Universitas Islam Negeri Maliki Malang



Pages

@suryacinta. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Our Partners

Categories

Resources

Bookmarks

Bintang Sahara

Semua lebih berarti, apabila dihayati.